PERJALANAN LAHIRNYA WAQU HAQU

Seperti yang sudah di ceritakan sebelumnya, WaquHaqu adalah sebuah lini kegiatan dari Bookstore Ambusiti ; dimana unit ini disiapkan untuk memfasilitasi masyarakat membeli Al-Quran untuk di Wakaf-kan.

 

Namun demikian, ada cerita dibalik lahirnya WaquHaqu ini, yaitu dari Bookstore yang harus berhadapan dengan Pandemi Covid-19 dan dipaksa berubah dalam  situasi dan konisi yang serba tidak siap.

Toko Offline & Online

Era 2018 saat itu ; dunia usaha sedang ramai-ramainya dengan Konsep Belanja Online. Kemudian pada tahun 2019 Banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) menjadikan Shopee sebagai saluran utama digitalisasi toko mereka. Kami-pun mengarah kesana.

Pada Tahun 2020 - ketika Pandemi melanda dan memaksa seluruh kegiatan belanja beralih ke online, membuat gelombang seller baru bergabung secara drastis.
Kami sebagai pemain baru yang lahir paska pelatihan Google 2019  tentu saja gelagapan. Karena yang ada dalam benak pemahaman kami, Toko (Offline) harus berdiri dulu meski tidak sempurna karena itu adalah pondasinya, sebelum memiliki Jualan Online.

Namun baru berjalan 6 bulan dunia telah berubah karena Pandemi. Kami sangat bingung ketika melihat pemberitaan pada 2 Maret 2020 saat Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama di tanah air. Dan puncaknya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 di Bandung Raya dimulai sejak hari Rabu (22/4/2020).

Bulan Juli 2020, karena harus tetap di rumah akhirnya kami bergabung dengan  Shopee.com dengan produk seadanya yaitu Al-Quran cetakan Mi'raj Publising. 

Lahirnya WaquHaqu

Suatu hari, karena progres Toko Online kami mandek...Bapak Ahmad Nurasa selaku owner Mi'raj, mengusulkan ke kami  agar menggarap Segmen Wakaf Al-Quran dimana pembeli (buyer) belanja bukan untuk dirinya tapi untuk orang lain.  Ide itu akhirnya di eksekusi dan dibantu oleh Kang Doni Slamet untuk sistem belanja, logistik, dan pengiriman. Alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar.

 

Melalui kampanye terukur (Sosmed) unit kegiatan ini kami sebut WaquHaqu. Dengan dukungan penuh Kang Heri Hendarsyah sebagai Fundriser Utama, pada 3 September 2020, distribusi perdana WaquHaqu dilaksanakan di Masjid Nurul Iman RT 05/ RW 11 Kel. Padasuka Kota Cimahi, dimana kami mendistribusikan Al-Quran sebanyak 100 exp titipan para wakif/donatur. 

Dari langkah kecil ini, Alhamdulillah kami terus melangkah. Terima kasih Donatur tercinta, seluruh fundriser, promotor, dan sahabat-sahabat kami semua.
__________________________________________________________________
 

 INSPIRASI & JEJAK LANGKAH

2004  

Dago Festival – Pemicu Lahirnya BacaBaca.
Republic Entertainment merupakan promotor di balik gelaran masif Dago Festival (Defest). Festival jalanan ini sukses memamerkan potensi industri kreatif, distro, musik indie, hingga lapak buku alternatif.  

Wawan Juanda (1958-2010) Owner Republic Entertainment 

Andry Ateul. Baca-Baca BookMart Era 2004-2008 -  (inspirasi Toko)

2006

M.Ramdhan Dep-dep. Majalah Bandung and Beyond Era 2006-2011. (Inspirasi Artikel,  Komunitas dan Pergerakan)

2017

Shopee gencar melakukan bakar duit, promosi dan dan iklan (2017-2018).

2019

Banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) menjadikan Shopee sebagai saluran utama digitalisasi toko mereka. 
Kami-pun mengarah kesana.
21 Sep 2019, Ikut pelatihan dan Bergabung dengan Google BisnisKu (My Business).
BOOKSTORE AMBUSITI berdiri.

2020

Maret. Covid Mulai ada yang sakit, langsung di umumkan oleh Presiden.
April. PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) adalah kebijakan pembatasan kegiatan tertentu penduduk di suatu wilayah yang pertama kali diterapkan di Indonesia pada 10 April 2020 berdasarkan PP No. 21 Tahun 2020 untuk menekan penyebaran Viris Covid-19.
Juli. Membuka toko online di Marketplace Shopee.com
Sep. Distribusi perdana Wakaf Al-Quran dari para donatur  (3/9/20) di Masjid Nurul Iman Cimahi. 
Unit Kegiatan WaquHaqu berdiri

2021

Jan.   = Tersalurkan 2.000 exp
Mei.   = Naik lagi, sehingga total menjadi 3.700 exp

2022
2023
2024
2025
2026

APA ITU WAQU HAQU ?

Waqu-Haqu adalah sebuah lini kegiatan dari Bookstore Ambusiti ; dimana gerakan ini memfasilitasi masyarakat membeli Al Quran untuk di Wakaf-kan.

Donasi Al-Qur'an, atau yang juga dikenal dengan Wakaf Al-Qur'an, adalah bentuk sedekah jariyah dengan memberikan Al-Qur'an kepada orang yang membutuhkan atau kepada lembaga yang akan menyalurkannya.


Waqu-Haqu adalah akronim dari Wakaf Quran – Hidupkan Al-Quran. Penyebutan ini juga membawa semangat "wa'qu al-haqqu" dalam tradisi sufi yang mencerminkan puncak pengalaman spiritual di mana seorang salik tidak hanya menyadari Kebenaran (al-Haqq), tetapi juga hidup dan berada dalam Kebenaran itu sendiri.
Gerakan ini dimulai pada 3 September 2020, di Masjid Nurul Iman RT 05/ RW 11 Kel. Padasuka Kota Cimahi, dimana kami mendistribusikan Al-Quran sebanyak 100 exp titipan para wakif/donatur.

Dalam perjalanannya selama 5 tahun terakhir, lebih dari 11.000 exp Al-Quran telah kami distribusikan, beserta Buku Iqra dan Aneka Kitab, Serta Aneka Kebutuhan Rumah Tangga (RT) Madrasah dan Mesjid tempat para santri-santri ini mengaji.


Tujuan Waqu-Haqu :

Tujuan utama donasi Al-Qur'an adalah untuk menyebarkan ilmu keislaman, memberikan kesempatan untuk memiliki Al-Qur'an, dan menumbuhkan kecintaan membaca Al-Qur'an.

Cara Donasi :
Donasi Al-Qur'an dapat dilakukan dengan menyumbangkan uang untuk pengadaan Al-Qur'an (beli-titip) melalui :

NO.REK BCA 51.40.59.46.03
A.n Siti Rohanah

Jangan Lupa :
Tulis Sedekah ini untuk siapa?
lalu  tulis juga doa permohonan anda, atau doa bagi orang tua yang sudah wafat.
Kelak aneka permohonan doa ini akan di bacakan oleh KH.Anwar Hidayat dan Jamaah penerima manfaat.

Dari Kegiatan WOMEN WILL.... Lahirlah Bookstore Ambusiti

 
Lupa... apa yah yang melatar belakangi kami ikut program kegiatan WOMEN WILL yang di adakan oleh Google Initiave. Yang pasti pada Hari Sabtu 21 September 2019 di Coffee and Space, Jl. Ir.Djuanda No.92 Dago Bandung. Disana kita dapat banyak ilmu, khususnya Media Sosial untuk Usaha dan Google BisnisKu.

Sertifikat.

 

Kami datang ke pelatihan sebagai seorang peserta yang membawa "gelas kosong"—penuh semangat, rasa ingin tahu, dan mimpi, tetapi belum memiliki nama brand atau legalitas digital yang jelas.



Di dalam ruangan pelatihan, saat mentor menjelaskan tentang pentingnya identitas bisnis dan dunia digital, di situlah inspirasi itu datang. Kami memilih bidang usaha toko buku, dengan pilihan segmennya belum jelas. Pokoknya toko buku saja.


Ketika diskusi kecil dengan Salman (adik ipar), lahirlah nama Bookstore Ambusiti sebagai identitas resmi kita. Dan langsung mengunci nama tersebut di Google Bisnisku hingga akhirnya resmi mengudara.
Telat sadar, ternyata nama itu salah tulis. Nama spesifiknya ("Ambusiti") seharusnya di depan, baru diikuti jenis usahanya ("Bookstore"). Jadi, ejaan standar yang benar secara tata bahasa adalah Ambusiti Bookstore.

Tapi yah sudah lah.... Bookstore AmbuSiti sudah didaftarkan di Google Maps.
Kami juga harus berterima kasih kepada Mas Jazuli ; orang pertama yang menulis ulasan saat toko mulai aktif di Google Bisnisku pada akhir tahun 31 Desember 2019. Luar Biasa.

Terima Kasih Salman, terima kasih Mas Jazuli. Terima kasih seluruh Konsumen kami tercinta.
Menuju tahun ke-6 alhamdulillah kami masih berdiri, masih bertahan. Nyakin terus tumbuh.

Menjaga Berkahnya Akad: Cerita di Balik Dinamika Kolom Harga WaquHaqu

 

Awalnya, kolom harga pada setiap poster kegiatan WaquHaqu hanya mencantumkan nominal angka saja (Rp.50.000). 

Saat itu, nilai tersebut merujuk khusus pada produk Mushaf Al-Qur'an Standar yang kelak akan kami kirimkan ke madrasah-madrasah target gerakan kami di beberapa kota. 

Strategi ini awalnya kami pikir sudah cukup sederhana dan mudah dipahami.

Namun, setelah memasuki tahun ke-3, dinamika yang kami temui di lapangan ternyata berbicara berbeda. 

Saat tim WaquHaqu turun langsung ke pelosok, para ustadz dan pengelola madrasah bukan hanya mengusulkan pemenuhan Mushaf Al-Qur'an. 

Mereka menaruh harapan besar agar kebutuhan anak-anak yang baru belajar membaca Al-Qur'an juga ikut diperhatikan.


Kebutuhan dasar yang sangat mendesak itu adalah Buku Iqro dan kitab-kitab dasar keagamaan.

Situasi ini sempat mendatangkan dilema bagi internal manajemen kami. 

Di satu sisi, kami sangat ingin memenuhinya demi kelancaran dakwah di lapangan. 

Di sisi lain, kami memikul tanggung jawab moral dan syariat yang sangat berat terkait amanah dana dari para donatur (wakif).

Demi menjaga agar gerakan ini tetap berada di jalur yang benar

kami akhirnya sowan dan berkonsultasi dengan Kyai Anwar Hidayat. 

Kami memaparkan situasi lapangan ini secara detail dan meminta petunjuk hukum dan etikanya

agar tata kelola keuangan serta Akad Beli Titip yang selama ini berjalan tetap sah, berkah, dan tidak menyalahi syariat.

Menjaga Keabsahan Akad Melalui Transparansi Poster

Dari hasil konsultasi tersebut, kami mendapatkan pencerahan yang sangat berharga mengenai pentingnya kejelasan akad (kejelasan maksub/objek akad). 

Dalam fikih muamalah, dana yang dititipkan dari donatur harus disalurkan sesuai dengan apa yang diinformasikan sejak awal.

Oleh karena itu, sebagai langkah konkret dan bentuk transparansi total, kami melakukan perubahan mendasar pada media promosi kami. 

Mulai saat itu, di kolom harga poster WaquHaqu sengaja kami cantumkan tulisan "Al-Qur'an / IQRA / Kitab".


Pencantuman tiga nama produk ini mengusung misi dan asumsi penting bagi gerakan kami ke depan:

  1. Fleksibilitas Penyaluran Berbasis Data Lapangan :

    Dengan mencantumkan opsi tersebut, donatur sejak awal sudah mengetahui dan rida

    bahwa dana yang mereka titipkan akan dikonversi menjadi paket edukasi mengaji yang paling dibutuhkan oleh madrasah tujuan
    baik itu berupa mushaf, buku Iqro, maupun kitab dasar.

  2. Kemandirian Madrasah Kecil :

    Banyak madrasah kecil di rumah-rumah ustadz yang santrinya libur mengaji hanya karena kekurangan Buku Iqro.

    Memenuhi kebutuhan Iqro sama pentingnya dengan menyediakan Al-Qur'an besar
    karena dari Iqro-lah langkah pertama seorang anak mengenal huruf hijaiyah dimulai.

  3. Efisiensi Dana Jamaah :

    Pola ini menghentikan penumpukan Mushaf Al-Qur'an yang mubazir di gudang masjid
    dan mengalihkan kelebihan dana donasi untuk membeli kitab-kitab penunjang lainnya yang stoknya sudah menipis di meja-meja santri.

Melalui tulisan kecil di kolom harga tersebut, WaquHaqu ingin menegaskan bahwa setiap rupiah yang Anda titipkan dikelola dengan prinsip kehati-hatian syariat yang sangat tinggi. 

Kami tidak hanya mengantar paket
kami sedang mengantar amanah dan kepastian belajar
bagi generasi penerus umat.

Terima kasih telah menjadi bagian dari ekosistem kebaikan yang transparan dan berkah ini.

Dari Beban Mental ke Konsistensi: Pengalaman WaquHaqu Mengenalkan Qur'an Per-Juz

Hari itu, di bulan Agustus 2022, kami kedatangan Salman ke rumah. 

Salah satu agendanya adalah mengajak kakaknya (suami - Lukman) untuk masuk ke dalam daftar Khataman Al-Qur'an Keluarga.

Anggota keluarga lainnya sudah mengambil peran masing-masing—memiliki target bacaan atau hanca—sampai tamat, lalu ditutup dengan doa bersama untuk keluarga besar.

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Suami bersedia mengambil satu khataman dan diminta membuka hanca baru yang khusus, terpisah dari hanca pribadi-nya,  dengan harapan dia bisa rutin kembali membaca Al-Qur'an di waktu sore atau malam hari.

Seminggu kemudian, hanca khusus ini dimulai. 

Dia cerita ; ternyata rasanya cukup berat karena harus menggarap dua hanca sekaligus. 

Demi memudahkan aktivitas ini, akhirnya memutuskan fokus pada hanca khusus keluarga, meskipun praktiknya sering kali bolong dan belum bisa rutin.

Di cerita lain, pada awal tahun 2023, kami berkunjung ke kantor PT Cahaya Qur'an. 

Di sana ada Bapak Iwan menawarkan produk cetakan barunya yang bernama Mujazza —sebuah Al-Qur'an edisi per-Juz dengan tampilan sederhana namun sangat menyegarkan secara visual.

Di rumah sebenarnya kami sudah punya Al-Qur'an model per-juz ini, namun suami sangat antusias dan sangat tertarik dengan edisi Mujazza ini?
Akhirnya saya memutuskan, "OK, kami beli satu paket. Akan dicoba langsung oleh Sumai di rumah, nanti laporannya saya kirimkan."

Sesampainya di rumah, hanca khusus keluarga yang awalnya menggunakan mushaf standar segera saya alihkan menggunakan edisi Al-Qur'an per-juz Mujazza ini. Hasilnya sungguh di luar dugaan :

  • Tipis dan Ringan: Satu juz hanya berisi sekitar 8 lembar.

  • Memangkas Beban Mental: Membaca dari ain ke ain terasa jauh lebih ringan. Mushaf ukuran besar yang lengkap 30 juz sering kali memberikan beban psikologis karena terlihat tebal dan berat. Ketika beralih ke format tipis yang ringan dipegang, batin dan perasaan pun ikut merasa ringan.

  • Fokus Tanpa Distraksi: Setiap lembarnya polos tanpa ornamen yang ramai, sehingga mata dipaksa fokus. Ditambah lagi, huruf yang digunakan bertipe Rasm Usmani yang tipis dan jernih, sehingga sangat nyaman di mata.


Setelah berjalan satu minggu, saya mengirimkan pesan laporan perkembangan bacaan kepada Pak Iwan Cahaya Quran. 
Saya katakan kepada mereka bahwa metode ini sangat bagus. Namun agar kesimpulan suami dan saya tidak bias, mushaf ini harus diuji coba ke majelis ibu-ibu lainnya.
Kesempatan itu datang saat kegiatan distribusi Wakaf Qur'an di Sumedang. 
Kang Amir, selaku promotor WaquHaqu Sumedang, mengenalkan kami kepada seorang tokoh yang mahir dalam kajian Al-Qur'an sekaligus sering memimpin program hanca Qur'an bersama ibu-ibu di lingkungan majelisnya.

Respons pribadi beliau sangat antusias saat melihat edisi Mujazza. Setelah langsung mencobanya, beliau berkata :

 "Edisi ini sangat bagus dan cocok untuk yang berusia di atas 40 tahun. Minggu depan akan langsung kami pakai untuk ibu-ibu di majelis ini."  

Saya hanya bisa bergumam dalam hati, Wow... semoga bermanfaat.

Bulan berganti bulan, hingga pada Juli 2024, saat distribusi WaquHaqu bergerak ke Purwakarta.  
Neng Nurhayati, sebagai promotor setempat, mengusulkan agar beberapa Madrasah Diniyyah di zona Wanayasa diberikan paket Al-Qur'an per-juz ini. 
Harapannya, setiap kelompok santri memiliki target hanca mingguan. 
Saya cukup kaget dan bertanya, "Benarkah?" 
Beliau meyakinkan, "Iya, mari kita tawarkan ke ustadz dan ustadzah di sana." 

Jika program ini sukses, saya pikir ini akan menjadi pola gerakan yang sangat menarik.

Catatan Evaluasi dan Asumsi Gerakan di Lapangan

Hingga tulisan ini dibuat, kami masih menunggu kabar terbaru dari perkembangan di lapangan. 

Namun, dari cerita perjalanan ini, ada beberapa kesimpulan dan asumsi baru yang berhasil kami petakan:

  1. Efektif untuk Kelompok Santri Anak: Pemakaian Qur'an per-juz untuk anak-anak sangat ideal dilakukan dalam kelompok minimal 10 anak, khususnya pada momen intensif seperti bulan Ramadan atau acara iktikaf khusus.

  2. Syarat Ketat untuk Anak-Anak: Bagi santri anak, program khataman bersama ini harus dikawal dengan ketat. Syarat utamanya, kemampuan membaca kata dan kalimat Al-Qur'an mereka harus sudah kokoh, serta pemahaman tajwid dasarnya sudah matang agar target bacaan pribadi tercapai dengan benar.

  3. Senjata Utama Majelis Ibu-Ibu: Format Al-Qur'an per-juz terbukti sangat efektif bagi kelompok ibu-ibu yang sejak awal kegiatannya berfokus pada program Hanca Bersama (tadarus keliling/berbagi juz).

  4. Investasi Wajib Madrasah: Para ustadz dan ustadzah tetap meminta agar setiap madrasah memiliki minimal 1 paket edisi Mujazza. Tujuannya agar saat guru membutuhkan media untuk program khusus, paket tersebut sudah siap tersedia di lembaga.

  5. [Asumsi Baru] Solusi untuk Lansia dan Efisiensi Fisik: Secara fisik, mushaf per-juz yang tipis sangat membantu para lansia atau jamaah yang memiliki keterbatasan fisik (seperti radang sendi atau tangan yang mudah lelah) untuk tetap bisa mengaji dalam durasi lama tanpa terkendala beratnya kitab.

  6. [Asumsi Baru] Menumbuhkan Budaya "Saling Menunggu" yang Sehat: Format per-juz dalam satu kelompok secara psikologis menumbuhkan rasa tanggung jawab. Jika ada satu orang yang terlambat menyelesaikan juznya, maka satu paket khataman keluarga atau majelis akan tertunda. Ini menjadi motivasi spiritual yang bagus.


Cerita perjalanan ini bagi saya sangat menarik. Upaya menghidupkan Al-Qur'an di tengah umat dengan berbagai metode memang harus terus diikhtiarkan. 

Mushaf Mujazza milik saya pribadi, bulan kemarin telah saya wariskan kepada putra saya, Wawa. 
Semoga ia berkenan menjaga hanca yang kelak akan menolongnya di akhirat. 
Karena dalam urusan mengaji, hal yang paling berat bukanlah jumlah lembarannya, melainkan konsistensinya—sedikit demi sedikit, yang penting rutin.


Wawa… paksa dirimu untuk konsisten

Kelak, hanca Al-Qur'anmu yang akan berbalik memaksa untuk melindungimu. Aamiin.


Buku IQRA, Quran Huruf Bombay, dan Quran Saku

Dalam 5 (lima) tahun terakhir, pengalaman kami mengelola Wakaf Qur'an melalui gerakan WaquHaqu memberikan dampak yang sangat besar, khususnya dalam memetakan pola kebutuhan di lapangan. 

Salah satu temuan penting kami adalah tentang pemenuhan "Tipe Bacaan".
Sebagai contoh
beberapa majelis taklim ternyata membutuhkan Buku Iqro
dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan Al-Qur'an itu sendiri.

Sementara itu di tempat lain
ada kebutuhan mendesak untuk Al-Qur'an format per-Juz.
Format ini sangat diminati dan dimanfaatkan oleh
ibu-ibu majelis taklim yang memiliki jadwal mengaji seminggu dua kali.

Berdasarkan catatan kami
ada pola lapangan yang hampir serupa di setiap majelis di berbagai kota, yaitu
santri yang mengaji mayoritas berusia TK dan SD. 

Sangat sedikit anak usia SMP dan SMA yang ikut mengaji di majelis tradisional. 

Kami berpandangan bahwa anak remaja membutuhkan suasana dan lingkungan mengaji yang berbeda.

Atas dasar situasi tersebut
kami melakukan uji coba dengan membagikan Al-Qur'an Saku yang lebih personal
dan dilengkapi terjemahan. 

Hasilnya luar biasa! Anak-anak remaja sangat menyukai Quran Saku-nya. 

Bahkan, mereka kini bersemangat menjadi tutor sebaya untuk membantu ustadz atau ustadzah membimbing adik-adik tingkat mereka.

Kesimpulan WaquHaqu tentang Tipe Bacaan:

  1. Buku Iqro & Al-Qur'an Huruf Bombay (Ukuran Besar/B5) : 

    Sangat cocok untuk anak-anak TK serta SD tingkat awal dan lanjut.

  2. Al-Qur'an Saku (Huruf Rasm Usmani + Terjemahan) : 

    Menjadi pilihan favorit anak usia SMP dan SMA.

  3. Al-Qur'an Per-Juz (Huruf Rasm Usmani) : 

    Sangat ideal untuk program khusus khataman bersama.

Kebijakan Alokasi Jumlah Bantuan

Catatan penting berikutnya adalah mengenai permohonan atau permintaan
Al-Qur'an dalam jumlah besar (di atas 100 eksemplar) untuk satu majelis atau madrasah. 

Jika permintaannya mencapai angka tersebut, kemungkinan besar WaquHaqu akan menolaknya.

Namun, jika jumlah yang diajukan berkisar di angka 30 eksemplar
ditambah variasi Buku Iqro dan kitab-kitab dasar
permohonan tersebut pasti akan kami pertimbangkan.

Alasan di balik kebijakan ini adalah :

  1. Skala Kelembagaan : 

    Permintaan dalam skala besar biasanya datang dari pesantren atau
    sekolah formal. 

    Wilayah ini idealnya diakomodasi oleh lembaga wakaf yang lebih besar atau instansi pemerintah seperti Kementerian Agama dan Baznas.

  2. Efektivitas Pemanfaatan : 

    Berdasarkan pengalaman kami,
    jika masjid atau madrasah meminta dalam jumlah yang terlalu besar
    sekitar 50% dari Al-Qur'an yang dikirim sering kali berakhir
    hanya menjadi pajangan di lemari.

Melalui gambaran di atas, gerakan WaquHaqu memilih untuk tetap fokus
mendukung madrasah atau majelis taklim kecil,
khususnya yang dikelola langsung oleh ustadz dan ustadzah di rumah pribadi mereka. 

Kondisi ini sangat ideal bagi kelompok gerakan kami yang ruang lingkupnya masih terbatas, namun memiliki mimpi yang sangat besar.

Terima kasih atas dukungan Anda bersama WaquHaqu.